Gotong Royong dalam Perspektif Kekinian

Gotong royong merupakan suatu sistem pengerahan tenaga tambahan dari luar kalangan keluarga atau sebagai usaha melakukan pekerjaan secara bersama-sama dan hasilnya dirasakan bersama pula. Berdasarkan penelitian Prof. DR. Koencoro Ningrat gotong royong adalah nama kelompok aktivitas manusia. Aktivitas yang bernama gotong royong itu nampak pada:

  1. Waktu ada peristiwa kematian atau kecelakaan dimana orang datang untuk memberikan pertolongan ataupun layadan.
  2. waktu seluruh penduduk desa turun untuk mengerjakan pekerjaan yang sifatnya untuk kepentingan umum atau desa yang lazim disebut Gugur Gunung seperti perbaikan jalan desa, lumbung desa, dll.
  3. waktu seseorang warga desa mengadakan pesta dan tetangga berdatangan untuk membantu aktivitas ini dinamakan sambatan atau jurungan.
  4. waktu tertentu dimana makam nenek moyang desa perlu dibersihkan. Kegiatan ini dinamakan rerukun alur waris.
  5. waktu seseorang penduduk perlu mengerjakan suatu untuk tempat tinggal (membongkar atap, mendirikan rumah baru) dan tetangga berdatangan membantu, kegiatan ini disebut juga sambatan.
  6. waktu aktivitas yang berhubungan dengan pertanian, baik membetulkan saluran air maupun panenan. Kegiatan ini dinamakan kerubutan atau gronjongan.
  7. waktu ada keperluan desa yang sifatnya tidak langsung berhubungan dengan kepentingan umum, misalnya pekerjaan yang menjadi tugas Kepala Desa namun penduduk turun membantunya. Kegiatan ini dinamakan Keregan.

Prinsip-kegiatan Gotong royong

  1. Kegiatan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang merupakan anggota suatu kesatuan desa, kampung, Pelajar suatu sekolah. Organisasi tertentu dan sebagainya.
  2. Keikutsertaannya berdasarkan atas kesadaran bahwa kegiatan itu demi kepentingan sesama anggota sebagai kesatuan/keluarga.
  3. Tidak ada perasaan terpaksa ataupun di dorong pamrih apapun kecuali inginmenolong sesama warga.
  4. Keikutsertaan spontan.

Manfaat gotong royong bagi diri, masyarakat, Bangsa dan Negara.

  1. Meringankan beban, waktu dan biaya
  2. Meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan dengan sesama.
  3. Menambah kokohnya rasa persatuan dan kesatuan
  4. Mempertinggi ketahanan bersama.

Pokok-pokok aktivitas gotong royong mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Usaha atau kegiatan kerja bersama
  2. Setiap partisipan berpartisipasi menurut kemampuan masing-masing
  3. Berdasarkan keikhlasan dan sukarela
  4. Tanpa pamrih (tanpa harapan balas jasa)
  5. kerja atau usaha tersebut bermanfaat bagi kepentingan bersama

dalam bidang ekonomi prinsip kegiatan kegotong royongan dan kekeluargaan termaktub dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1, 2, dan 3.

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
  2. cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh Negara
  3. Bumi, Air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Disamping itu dalam salah satu asas pembangunan Nasional yakni asas demokrasi Pancasila disebutkan bahwa:

Upaya mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. Berbangsa dan bernegara dilakukan dengan semangat kekeluargaan yang bercirikan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.

Jadi segala bentuk kegiatan yang menjadi tanggungjawab bersama sebaiknya kita kerjakan secara gotong royong. Dengan kebersamaan pekerjaan akan mudah diselesaikan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: