Inpassing Guru Honorer Non-Sertifikasi; Bagaimana Penggajiannya?

Di lapangan, aturan inpassing ditanggapi dengan sangat antusias, terutama oleh para guru honorer yang nasibnya terkatung-katung. Lebih mengerikan lagi bagi para guru/tenaga honorer yang bekerja di instansi swasta. Oleh karena itu dengan adanya “wacana” inpassing merupakan angin segar bagi para tenaga honorer di Indonesia yang jumahnya sangat banyak.

Lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47/2007 jo. Permendiknas Nomor 22/2010 tentang Inpassing bagi Guru Non PNS telah memberikan harapan baru bagi para tenaga pendidik dan kependidikan honorer. Meskipun realisasinya belum ada follow up yang jelas.

Setelah dilakukan penelaahan yang cukup mendalam sepertinya peraturan ini prematur. Logikanya adalah ketika seorang tenaga honorer lulus inpassing, lalu penggajiannya menginduk ke mana ? Apakah diserahkan ke lembaga yang mengeluarkan SK pertama (yayasan) atau ke sekolah ybs ? Jika, tenaga honorer yang sudah sertifikasi mungkin bisa disesuaikan.

Jika saat ini para tenaga honorer hanya memperoleh “uang lelah” jauh di bawah upah UMP/Kab/Kota, maka dengan adanya aturan inpassing ini jelas sangat dinati-nantikan demi pengentasan angka kemiskinan dari kalangan terdidik.

Kebijakan Outsourcing pola Penganiayaan Anak Bangsa

Kebijakan tunjangan sertifikasi dan sistem tenaga kontrak merupakan pola terstruktur dan sangat direncanakan untuk menghilangkan sistem tunjangan pensiunan bagi eks pegawai yang sudah sangat berjasa bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan. Kebijakan ini jelas sangat biadab, karena di saat tenaga honorer itu dalam kondisi usia produktif difasilitasi habis-habisan, tetapi di saat usia senja yang semestinya menikmati masa pensiunnya mereka sudah tidak punya harapan apa-apa lagi.

Jika pun dengan alasan kondisi keuangan dan kemampuan negara masih dalam tarap belum stabil, akan tetapi kenapa kasus penyimpangan uang negara yang jumlahnya puluhan trilyun itu semakin terungkap ? Ini pernyataan yang membohongi seluruh bangsa. Dengan demikian, ketika ketidakadilan semakin sulit ditegakkan maka kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya akan semakin hilang.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: