Perancangan Kegiatan Pengembangan di TK/RA

A. Prosedur Umum Pengembangan Silabus

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian Kompetensi Dasar.

Dengan mengacu pada Kurikulum 2004, pengembangan silabus TK/RA dibagi menjadi 3 kegiatan utama, yaitu :

  1. Perencanaan

Dalam hal ini tim yang tergabung dalam musyawarah guru TK/RA yang bertindak sebagai tim pengembang silabus bertugas untuk mengumpulkan informasi, referensi dan nara sumber yang diperlukan.

  1. Pelaksanaan. Dalam pelaksanaan penyusunan silabus dikelompokan menjadi 3 kegiatan kerja, yaitu :
  2. Merumuskan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang disusun dalam bentuk table yang sistematis, termasuk memberikan penomoran kode kompetensi, kompetensi dasar, indicator, dan penilaian proses serta hasilbelajar.
  3. Menentukan metode dan teknik pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran.
  4. Menentukan alat penilaian berbasis kelas sesuai dengan tujuan kurikulum.
  5. Revisi

Konsep silabus yang disusun dan yang akan dikembangkan perlu diuji kelayakannya melalui analisis silabus. Pengujian ini dilakukan oleh ahli dan uji di lapangan. Kegiatan revisi tidak bias dilakukan dalam satu kali, mengingat tuntutan kebutuhan informasi yang setiap saat akan berkembang dan berbeda-beda, termasuk dari anak-anak usia dini.

B. Penggunaan Metode di Taman Kanak-kanak

Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan peserta didik agar  menumbuhkan kemampuan berpikir untuk dapat menalar, menarik kesimpulan, dan membuat generalisasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan cara memahami lingkungan disekitar, mengenal orang dan benda-benda yang ada, memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri, melatik untuk mengurus diri sendiri. Dan yang tidak kalah penting anak dituntut untuk memahami tatanan norma dan akhlak yang berlaku di masyarakat, sehingga bisa membedakan mana perilaku yang baik dan yang buruk (Hildebrand, 1986).

Sifat anak yang selalu ingin tahu akan hal-hal yang dianggapnya asing dalam dunia imajinasinya, merupakan modal utama yang harus dikembangkan guru TK/RA untuk menopang pada pengembangan kreativitas anak. Modal utama ini tidak boleh disia-siakan dan harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar setiap rasa penasaran si anak tidak disalahgunakan oleh informasi dari lingkungan yang sifatnya menyesatkan. Karena salah satu tantangan keberhasilan misi sebuah kurikulum di antaranya sikap masyarakat sekitar yang terkadang berbuat iseng pada anak-anak dengan mengajarkan perilaku dan bahasa yang jorok.

Pengembangan emosi anak dilakukan dengan cara membimbing mereka dengan mengekspresikannya melalui perasaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan secara verbal dan tepat.

Pada pengembangan motorik, guru dituntut untuk membentuk peserta didik agar mampu mengembangkan potensi gerak anak menjadi lincah, bergairah, dan terampil. Proses pengembangan motorik ini perlu diperhatikan agar media yang dipergunakan tidak membahayakan fisik anak. Sehubungan dengan KBM di PAUD ini sudah biasa dipantau langsung oleh para orang tua masing-masing, maka dalam hal ini para orang tua bisa diminta bantuannya untuk ikut membimbing dan mengawasi putra-putrinya dalam proses pengembangan motorik.

Proses pembelajaran PAUD harus dilakukan dengan cara mengombinasikan metode. Dalam usia ini peserta didik tidak bisa dipaksakan untuk duduk terus menerus di bangku belajar selama kegiatan belajar berlangsung. Dalam hal ini penyelenggara PAUD harus mampu mengantisipasi hal-hal yang berhubungan dengan gangguan alam atau cuaca ketika taman kreasi anak terpaksa tidak bisa dipergunakan. Dengan demikian pada pengembangan silabus ini perlu juga dilengkapi dengan pilihan metode yang cocok digunakan pada saat-saat tertentu yang berhubungan dengan gangguan cuaca tersebut.

C. Pemilihan Alat Permainan sebagai media pengembangan

Pemilihan alat permainan anak ditujukan pada pengambangan 7 macam aspek, yaitu :

1. Perkembangan emosi dan sosial anak

Emosi berkaitan dengan perhatian, pujian dan lain-lain. Sedangkan aspek sosial berhubungan dengan interaksi yang lancar antara guru dan anak. Untuk pengembangan emosi anak permainan yang dapat dipilih anatara lain puzzle, alat meronce, buku perpustakaan, lilin untuk bentuk, alat menggambar, pasir, dsb.

Sedangkan bentuk kegiatan yang dianggap cocok untuk pengembangan sosial anak antara lain : kemandirian, kebiasaan menghargai orang lain, rasa tanggung jawab, kekmampuan bekerja sama, kemampuan mendengarkan orang lain, kemampuan mengungkapkan perasaan diri sendiri, dsb.

Adapun alat permainan yang berhubungan dengan pengembangan sosial anak antara lain : balok besar, balok kecil, polos, warna, bentuk geometri, kubus-kubus, prisma, toko-tokoan, warung-warungan, rumah sakit, polisi, kantor pos, sekolah-sekolahan, dsb.

2. Motorik halus

Meliputi gerakan dasar yang dikoordinasi anatara mata dan tangan. Anak dilatih secara bertahap untuk membuat garis horizontal, garis miring ke kiri, ke kanan, setengah lingkaran, lingkaran penuh dsb.

Alat permainan yang dapat digunakan untuk pengembangan motorik halus antara lain : lilin, adonan terigu, papan tulis, kertas, tanah, ranting, alat pasang memasang, biji bekel, dsb.

3. Motorik kasar

Pada motorik kasar anak diharapkan mampu membentuk otot besar untuk membentuk anak menjadi terampil, cekatan, tangkas, dan replek. Alat-alat yang dapat digunakan untuk pengembangan motorik kasar anatara lain : kantong biji untuk dilempar, tali untuk lompat tali, titian sambil menatap lurus ke depan, bola besar/kecil untuk latihan menangkap/ menendang/ melempar, dsb.

4. Perkembangan berbahasa

Alat permainan untuk kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis dini yang timbul secara spontan. Gambar-gambar yang disajikan dapat membantu anak untukmendeskripsikan fungsi, bentuk, warna dan sebagainya. Dengan demikian alat permainan yang dapat digunakan untuk pengembangan berbahasa antara lain : benda-benda dan gambar-gambar yang direkomendasikan oleh guru, alat permainan gambar, alat tulis untuk menggambar, kumpulan cerita pendek, komik, kumpulan gambar profesi, dsb.

5. Pengamatan dan ingatan

Alat permainan yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengamatan dan ingatan dapat diambil dari benda-benda yang dapat merangsang anak untuk mengamati sebuah obyek. Alat permainan tersebut dapat berupa : benda, gambar, bentuk huruf, bentuk geometri, dan berbagai warna dan ukuran yang dikelompokkan, macam-macam papan permainan, berbagai bentuk balok dengan berbagai ukuran, dsb.

6. Persepsi pendengaran

Merupakan keterampilan untuk menerjemahkan apa yang didengarnya. Permainan-permainan yang dapat mengembangkan persepsi pendengaran anak antara lain puzzle dan gambar untuk mencocokkan antara suara yang didengarnya dengan gambar yang berhubungan dan suara tersebut. Alat musik atau benda-benda yang bisa menghasilkan bunya, buku cerita, dan alat audio lainnya juga dapat digunakan sebagai media pengembangan persepsi pendengaran anak didik.

7. Keterampilan berpikir

Alat-alat permainan yang dapat digunakan untuk pengembangan ini antara lain : balok-balok geometri, keping-keping mozaik, alat-alat lain yang berhubungan dengan berhitung seperti : permainan congklak, bekel, karet gelang, manik-manik dsb.

Keterampilan berpikir diperlukan agar dapat menghubungkan pengetahuan pengetahuan yang dimiliki untuk dapat dikembangkan melalui alat permainan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: