Wartawan Pemerasan

Bansa Indonesia sudah lama mendambakan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bermartabat. Akan tetapi harapan tersebut sepertinya masih “jauh panggang dari api”, hanya sebuah ilusi. Sulitnya menegakkan kebenaran dan keadilan lebih disebabkan karena sikap munafik dari pemegang kebijakan di negeri ini.

Orang berteriak tentang penegakkan kebenaran dan keadilan, ujung-ujungnya justru ia yang paling lantang berbicara menjadi pelanggar pertama dari komitmen yang sudah mereka buat. Contohnya upaya pemberantasan korupsi begitu santer disuarakan melalui gedung DPR, eh…ujung-ujungnya mereka sendiri banyak yang terjerat dengan kasus korupsi.

Pembangunan fisik yang dijadikan sebuah program proyek yang diindikasikan mendapat aliran dana yang cukup besar dijadikan lahan subur bagi oknum-oknum tertentu. Asumsi ini sudah menjadi fenomena yang dianggap lumrah di kalangan masyarakat. Sehingga masyarakat sudah terbiasa apabila sebuah bantuan dana yang diterima sebuah proyek bisa dipastikan tidak pernah utuh.

Memperkeruh Keadaan

Profesi wartawan seharusnya menjadi figur tauladan bagi masyarakat publik. Berita yang mereka ekspouse seharusnya menyejukan suasana dan memperkokoh keutuhan integrasi bangsa. Corong media sangat efektif dalam mempengaruhi imij masyarakat.

Akan tetapi, berlainan sekali kenyataan yang terjadi di lapangan. Banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan dengan menunjukan ID-Card dan identitas lainnya, berbicara dengan nada mengancam itu dan ini akan memberitakan kekurangan kinerja di lapangan. Sehingga pelaksana proyek pembangunan di lapangan jelas merasa sangat ketakutan dengan ancaman tersebut.

Dengan taktik ancam mengancam tersebut, pada akhirnya mereka meminta bagian dari uang proyek. Biasanya uang yang mereka minta jumlahnya tidak sedikit.

Oknum wartawan yang berdatangan ke proyek-proyek yang ada di daerah biasanya dari media massa yang “tidak terkenal” bahkan “sulit dikenal sama sekali”. Jika hal ini sudah menjadi jaringan mafia yang dianggap kronis, sebaiknya para penegak hukum bertindak lebih pro-aktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: