Bom Bunuh Diri; Mengkhianati Ajaran Islam

Sepertinya umat Islam harus melakukan reinterpretasi terhadap makna jihad, bai’at, sabilillah, dan sabilith thaghut yang sebenarnya. Fundamentalisasi keilmuan tata bahasa sebagai alat yang dijadikan dasar pengambilan kesimpulan dalam memaknai ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an harus betul-betul dikuasai secara utuh dan tuntas.Sepanjang perjalanan sejarah telah membuktikan bahwa akibat pemahaman Al Qur’an yang keliru banyak menimbulkan kerugian besar di kalangan umat Islam sendiri. Kita mengenal asal mula lahirnya faham sekte dalam Islam yang mengakibatkan perpecahan dan perseteruan yang berkepanjangan. Hal ini berlangsung secara terus menerus hingga jaman sekarang. Pada saat ini kita mengenal istilah Islam radikal, Islam murni, jaringan Islam liberal, dsb. Sekte ini lahirsebagai akiba sikap pemaksaan manusia menurut ukuran rasionya sendiri mencoba mengungkapkan konsep baru sebagai perluasan penafsiran ajaran Islam.

Bagaimana jika konsep jihad dipraktikkan dengan cara bunuh diri?

Apapun motivasinya yang namanya bunuh diri menurut ajaran agama manapun merupakan dosa besar, tidak bisa ditolerir dan berimplikasi sangat buruk pada pembelajaran masyarakat, terutama anak-anak. (Kita tahu beberapa waktu ke belakang ada kasus seorang anak SD melakukan bunuh diri hanya lantaran hal sepele).

Kalaupun pihak yang dianggap musuh Islam atau thaghut itu sudah secara terang-terangan menantang untuk mengangkat senjata (harbi), bukankah ajaran agama kita memerintahkan untuk mengukur kekuatan diri sendiri apakah dapat mengimbangi dengan kekuatan musuh atau belum.

Sebagaimana diatur dalam firman Allah :

وَأَعِدُّواْ لَهُمْ مَّااسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوً اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ لَا تَعْلَمُوْنَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ (الانعام : 60)   

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al-An’am : 60)

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
AR-SA

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:Arial;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

وَأَعِدُّواْ لَهُمْ مَّااسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوً اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ لَا تَعْلَمُوْنَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ (الانعام : 60)   

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: