Kegagalan Pemberantasan Korupsi, membuat Efek Rentan pada Calon Kuruptor Lain

Praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara semakin diberantas semakin subur. Ironisnya korupsi dilakukan justru dengan cara terang-terangan dan sudah memasyarakat. Ketatnya alat pembukitian hukum sepertinya menjadi kendala dalam penegakkan hukum anti kurupsi. Asas praduga tidak bersalah menjadi alat berlindung para pelaku koruptor dan calon koruptor yang lain. Karena koruptor yang kini lolos dan melenggang bebas adalah mereka yang mengerti tentang kelemahan hukum.

Menyaksikan peraktik korupsi yang dilakukan secara terorganisir membuat masyarakat semakin geram. Efek yang terjadi di masyarakat bukan bertekad untuk membantu membuat negara bersih dari kejahatan korupsi, melainkan mereka bertekad apabila mendapat kesempatan menjadi pejabat negara akan melakukan korupsi sepuas-puasnya. Hal ini tentu saja dilakukan dengan trik-trik kejahatan yang sudah dipelajari jauh-jauh hari sebelumnya.

Kita meyakini bahwa petugas pemberantas korupsi itu sebenarnya banyak mendapat temuan pelanggaran korupsi di lapangan, akan tetapi dengan alasan tidak cukup bukti maka kasusnya tidak bisa diangkat ke permukaan.

Sanksi Hukum tidak ada Efek Jera

Jangan dibilang koruptor jika ia tidak kreatif dalam segala hal. Sebut saja sang koruptor kelas kakap, Gayus Halomoan Tambunan. Ia membuat ulah yang sangat mencengangkan, meskipun ia sudah mendekam dalam penjara ternyata masih bisa memengaruhi aparat hukum lainnya. Tidak terhitung kasus-kasus kelicikan lainnya yang tidak sempat terekspos oleh media.

Selama hukum masih bisa diperjualbelikan, maka jangan harap hukum akan bisa ditegakkan. Hal ini bukan lagi rahasia umum jika pendampingan hukum hanya milik orang-orang yang berduit, sedangkan orang-orang melarat tidak mendapat pendampingan hukum sama sekali. Kita masih teringat seorang anak SD yang memalak temannya mendekam di penjara, hanya dengan uang Rp 1.000,- atau sang pencuri sebatang singkong, dan kasus kriminalitas tidak berharga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: